Kamu pasti sering mendengar frasa seperti “Lagi apa?” atau “Sedang ngerjain apa?” dalam percakapan sehari-hari, bukan? Nah, frasa-frasa tersebut dalam bahasa Inggris menggunakan present continuous tense, salah satu tenses paling fundamental yang wajib kamu kuasai untuk bisa berkomunikasi dengan lancar.
Namun meskipun sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, ternyata banyak pelajar bahasa Inggris yang masih sering membuat kesalahan dalam menggunakan present continuous tense. Mulai dari lupa memasukkan auxiliary verb, salah spelling, hingga menggunakan present continuous pada konteks yang tidak sesuai. Memahami contoh kesalahan present continuous akan membantumu menghindari kekeliruan umum sehingga dapat menggunakan tense ini dengan lebih tepat dalam berkomunikasi.
Apa Itu Present Continuous Tense?
Present continuous tense digunakan untuk menyatakan aktivitas yang sedang berlangsung, situasi sementara, atau rencana yang akan terjadi dalam waktu dekat. Tense ini dibentuk dengan to be (am/is/are) dan kata kerja berakhiran -ing.
Kesalahan Present Continuous yang Sering Terjadi

Berikut beberapa contoh kesalahan present continuous yang umum ditemui:
- Lupa menggunakan to be
- ❌ I working now.
- ✅ I am working now.
- Salah memilih to be
- ❌ She are studying English.
- ✅ She is studying English.
- Menggunakan present continuous untuk kebiasaan
- ❌ I am waking up at 6 every day.
- ✅ I wake up at 6 every day.
- Kesalahan penulisan kata kerja -ing
- ❌ He is study English.
- ✅ He is studying English.
- Menggunakan present continuous untuk stative verbs
- ❌ I am knowing the answer.
- ✅ I know the answer.
Kesalahan-kesalahan ini sering terjadi karena kurangnya pemahaman konsep dan minimnya latihan praktik. Untuk lebih jelasnya, mari bisa bahas lebih detail.
1. Menggunakan Stative Verbs dengan Present Continuous
Kesalahan: I am knowing the answer. ❌
Perbaikan: I know the answer. ✅
Ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pelajar pemula. Stative verb adalah kata kerja yang tidak menggambarkan tindakan atau aksi, melainkan menyatakan keadaan, perasaan, pemikiran, atau kepemilikan yang bersifat statis atau tidak berubah. Karena sifatnya yang “diam” atau tidak bergerak, maka stative verb tidak bisa ditambahkan dengan akhiran -ing dalam present continuous tense.
Kategori-kategori stative verb yang perlu kamu ketahui antara lain:
-
Emotions/Perasaan: love (mencintai), hate (membenci), like (menyukai), prefer (lebih suka), want (menginginkan), wish (berharap)
-
❌ She is wanting a new phone.
-
✅ She wants a new phone.
-
-
Mental States/Pikiran: think (berpikir), believe (percaya), know (tahu), understand (mengerti), remember (mengingat), imagine (membayangkan), consider (mempertimbangkan)
-
❌ I am believing his story.
-
✅ I believe his story.
-
-
Perceptions/Persepsi Indera: see (melihat), hear (mendengar), smell (mencium), taste (mencicipi)
-
❌ We are seeing the problem clearly.
-
✅ We see the problem clearly.
-
-
Possession/Kepemilikan: have (memiliki), own (memiliki), belong (menjadi milik), possess (memiliki)
-
❌ They are having a big house.
-
✅ They have a big house.
-
-
Other: seem (tampak), appear (muncul), cost (berharga), weigh (memiliki berat), measure (mengukur)
Jika kamu tidak yakin apakah kata kerja termasuk stative verb atau bukan, tanyakan pada diri sendiri: “Apakah ini menunjukkan tindakan atau keadaan?” Jika jawabannya keadaan, maka hindari present continuous!
2. Lupa Menggunakan Auxiliary Verb (am/is/are)
Kesalahan: He going to the store. ❌
Perbaikan: He is going to the store. ✅
Kesalahan kedua yang sangat umum adalah melupakan auxiliary verb atau verb bantu (am, is, are). Auxiliary verb ini adalah elemen kritis dalam present continuous tense karena berfungsi untuk menghubungkan subjek dengan tindakan yang sedang berlangsung. Tanpa auxiliary verb, kalimatmu akan terasa “patah” atau tidak lengkap.
Aturan penggunaan auxiliary verb berdasarkan subjek adalah:
| Subjek | Auxiliary Verb | Contoh |
|---|---|---|
| I | am | I am reading a book. (Saya sedang membaca buku) |
| You, We, They | are | They are watching TV. (Mereka sedang menonton TV) |
| He, She, It | is | She is studying for an exam. (Dia sedang belajar untuk ujian) |
Perhatikan bahwa setiap subjek memiliki auxiliary verb yang berbeda. Kesalahan umum adalah menggunakan auxiliary verb yang tidak sesuai dengan subjek. Contohnya:
-
❌ You is playing the guitar.
-
✅ You are playing the guitar.
-
❌ She are cooking dinner.
-
✅ She is cooking dinner.
Selalu periksa kesesuaian antara subjek dan auxiliary verb sebelum menyelesaikan kalimatmu. Buat habit untuk selalu memasukkan auxiliary verb di awal menyusun kalimat present continuous.
3. Menggunakan Base Form Verb Alih-alih Bentuk -ing
Kesalahan: She’s talk to her friend. ❌
Perbaikan: She’s talking to her friend. ✅
Dalam present continuous tense, kamu harus menggunakan bentuk -ing dari kata kerja utama (main verb), bukan base form atau bentuk dasarnya. Kesalahan ini sering terjadi karena ketidaktelitian atau lupa bahwa present continuous memerlukan perubahan bentuk kata kerja.
Rumus present continuous adalah: Subject + to be (am/is/are) + Verb-ing + Object
Beberapa contoh kesalahan yang sering terjadi:
-
❌ I am work on my project. → ✅ I am working on my project.
-
❌ They are go to the cinema. → ✅ They are going to the cinema.
-
❌ We is eat lunch right now. → ✅ We are eating lunch right now.
Perhatikan bahwa bentuk -ing ini bukan hanya sekadar menambahkan huruf “ing” di belakang kata kerja. Ada aturan spelling tertentu yang harus diikuti, yang akan kita bahas di poin selanjutnya.
Ketika menyusun kalimat present continuous, selalu ingat untuk mengubah main verb ke bentuk -ing. Jika kamu ragu, tulislah kata kerja tersebut terlebih dahulu, lalu tambahkan -ing dengan cermat.
4. Kesalahan Spelling saat Menambahkan -ing (Doubling Consonant dan Dropping ‘e’)
Kesalahan: Those two are raceing. ❌ / She is planing a trip. ❌
Perbaikan: Those two are racing. ✅ / She is planning a trip. ✅
Ini adalah kesalahan yang paling “terlihat” namun sering terlewatkan. Ketika menambahkan akhiran -ing pada kata kerja, ada beberapa aturan spelling yang perlu kamu pahami dengan baik. Kesalahan dalam penerapan aturan ini akan membuat tulisanmu terlihat tidak profesional dan mungkin akan mengurangi poin dalam ujian bahasa Inggris.
Aturan 1: Doubling Consonant (Menggandakan Konsonan)
Jika kata kerja memiliki pola satu suku kata + satu vokal + satu konsonan akhir, maka kamu harus menggandakan konsonan akhir sebelum menambahkan -ing. Aturan ini dikenal dengan “1-1-1 Rule”.
Contoh:
-
run → run (1 suku, 1 vokal “u”, 1 konsonan “n”) → running (bukan “runing”)
-
swim → swim (1 suku, 1 vokal “i”, 1 konsonan “m”) → swimming (bukan “swiming”)
-
stop → stop (1 suku, 1 vokal “o”, 1 konsonan “p”) → stopping (bukan “stoping”)
-
plan → plan (1 suku, 1 vokal “a”, 1 konsonan “n”) → planning (bukan “planing”)
-
sit → sit (1 suku, 1 vokal “i”, 1 konsonan “t”) → sitting (bukan “siting”)
Untuk kata kerja dengan lebih dari satu suku kata, kamu hanya menggandakan konsonan akhir jika tekanan suara (stress) terletak pada suku kata terakhir. Contohnya:
-
prefer → prefer (stress pada “fer”) → preferring ✅
-
begin → begin (stress pada “gin”) → beginning ✅
-
open → open (stress pada “o”) → opening (tidak perlu menggandakan) ✅
Aturan 2: Dropping Silent ‘e’ (Menghilangkan ‘e’ yang Senyap)
Jika kata kerja berakhir dengan huruf ‘e’ yang senyap, kamu harus menghilangkan huruf tersebut sebelum menambahkan -ing.
Contoh:
-
make → mak + e → making (bukan “makeing”)
-
take → tak + e → taking (bukan “takeing”)
-
write → writ + e → writing (bukan “writeing”)
-
dance → danc + e → dancing (bukan “danceing”)
-
bake → bak + e → baking (bukan “bakeing”)
Namun, ada pengecualian untuk kata kerja yang berakhir dengan “ee” atau “oe”. Pada kasus ini, kamu tetap menambahkan -ing tanpa menghilangkan ‘e’ apapun. Contohnya: agree → agreeing, see → seeing.
Aturan 3: Changing ‘ie’ to ‘y’ (Mengubah ‘ie’ menjadi ‘y’)
Untuk kata kerja yang berakhir dengan “ie”, kamu harus mengubah “ie” menjadi “y” sebelum menambahkan -ing.
Contoh:
-
lie → ly + ing → lying (bukan “lieing”)
-
die → dy + ing → dying (bukan “dieing”)
-
tie → ty + ing → tying (bukan “tieing”)
Buatlah daftar kata kerja yang sering kamu gunakan dan catat bentuk -ing-nya dengan benar. Saat menulis, selalu periksa kembali spelling kata kerja bentuk -ing sebelum menyelesaikan kalimatmu. Jika ragu, gunakan kamus atau grammar checker untuk verifikasi.
5. Menggunakan Present Continuous untuk Fakta dan Rutinitas Sehari-hari
Kesalahan: The sun is rising in the east. ❌ (jika merujuk pada fakta umum)
Perbaikan: The sun rises in the east. ✅
Kesalahan kelima ini berkaitan dengan pemilihan tenses yang salah. Banyak pelajar yang menggunakan present continuous untuk hal-hal yang sebenarnya memerlukan simple present tense. Perbedaan ini subtle namun sangat penting untuk memastikan bahwa pesan yang kamu sampaikan akurat dan alami.
Kapan TIDAK Menggunakan Present Continuous:
1. Untuk Menyatakan Fakta atau Kebenaran Umum
-
❌ Water is boiling at 100 degrees Celsius.
-
✅ Water boils at 100 degrees Celsius.
-
❌ The Earth is revolving around the sun.
-
✅ The Earth revolves around the sun.
Fakta-fakta ilmiah atau umum yang tidak bergantung pada waktu harus menggunakan simple present tense, bukan present continuous.
2. Untuk Menyatakan Kebiasaan atau Rutinitas
-
❌ I am playing the piano every morning.
-
✅ I play the piano every morning.
-
❌ She is going to the gym three times a week.
-
✅ She goes to the gym three times a week.
Jika aktivitas tersebut merupakan kebiasaan atau rutinitas yang berulang, gunakan simple present tense dengan time signals seperti every day, always, usually, often, atau sometimes.
3. Untuk Menyatakan Keadaan Permanen atau Jangka Panjang
-
❌ My family is living in Jakarta. (jika Jakarta adalah tempat tinggal permanen)
-
✅ My family lives in Jakarta.
Namun, jika keadaan tersebut sementara, maka present continuous bisa digunakan:
-
✅ My family is living in Jakarta for three months. (keadaan sementara)
Sebelum memilih tenses, tanyakan pada diri sendiri: “Apakah tindakan ini sedang terjadi sekarang juga (saat saya berbicara), atau apakah ini merupakan fakta, kebiasaan, atau keadaan permanen?” Jika jawaban yang pertama, gunakan present continuous. Jika jawaban yang kedua, gunakan simple present tense.
6. Menggunakan Present Continuous untuk Menyatakan Preferensi atau Keadaan Emosional yang Tetap
Kesalahan: He is always using his phone in class. ❌ (menunjukkan kebiasaan tidak baik)
Perbaikan: He always uses his phone in class. ✅
Kesalahan ini mirip dengan poin sebelumnya, namun fokusnya pada penggunaan present continuous dengan time signals yang menyiratkan kebiasaan atau keadaan yang persisten. Ketika kamu ingin mengekspresikan kebiasaan (bahkan kebiasaan buruk) atau keadaan yang berulang-ulang dalam waktu lama, gunakan simple present tense, bukan present continuous.
Perhatikan perbedaan nuansa ini:
Present Continuous (Tindakan sedang berlangsung SEKARANG):
-
He is using his phone right now. (Dia sedang menggunakan teleponnya sekarang)
Simple Present (Kebiasaan atau keadaan berulang):
-
He always uses his phone in class. (Dia selalu menggunakan teleponnya di kelas – ini adalah kebiasaannya)
-
She is making breakfast. (Dia sedang membuat sarapan sekarang) vs. She makes breakfast every morning. (Dia membuat sarapan setiap pagi – ini rutinitas harian)
Jika dalam kalimatmu ada time signals seperti always, every day, often, usually, atau all the time, biasanya kamu harus menggunakan simple present tense, bukan present continuous. Ini adalah penanda yang sangat membantu untuk menghindari kesalahan ini.
7. Ketidaksesuaian Auxiliary Verb dengan Subjek
Kesalahan: She are cooking dinner. ❌ / You is playing football. ❌
Perbaikan: She is cooking dinner. ✅ / You are playing football. ✅
Kesalahan ketujuh adalah ketidaksesuaian antara subjek dan auxiliary verb yang digunakan. Meskipun kesalahan ini sudah pernah disebutkan sebelumnya, pentingnya poin ini membuatnya layak untuk dibahas kembali dengan contoh-contoh yang lebih spesifik, karena ini adalah kesalahan yang sangat sering muncul dalam speaking dan writing pelajar.
Panduan Lengkap Auxiliary Verb:
| Subjek | Auxiliary Verb | Contoh Kalimat |
|---|---|---|
| I | am | I am studying for my exams. |
| You | are | You are doing great! |
| He/She/It | is | It is raining outside. |
| We | are | We are preparing for the event. |
| They | are | They are traveling to Bali. |
Kesalahan umum yang terjadi:
-
❌ I is going to the market. → ✅ I am going to the market.
-
❌ They is watching a movie. → ✅ They are watching a movie.
-
❌ You am playing guitar. → ✅ You are playing guitar.
Dalam konteks percakapan atau informal writing, pelajar sering merasa lemas ketika berbicara dan tidak memperhatikan agreement ini. Namun, dalam formal writing atau akademik, kesalahan ini sangat tidak dapat diterima.
Buatlah tabel referensi cepat dan letakkan di meja belajarmu. Setiap kali menyusun kalimat present continuous, cross-check auxiliary verb dengan subjek kalimatmu. Praktik speaking dengan fokus pada agreement ini juga akan membantu membentuk habit yang baik.
Perbedaan Present Continuous dan Simple Present yang Perlu Kamu Ketahui
Untuk lebih memperkuat pemahaman kamu tentang present continuous dan menghindari kesalahan pemilihan tenses, mari kita lihat perbedaan detail antara present continuous dan simple present:
| Aspek | Simple Present | Present Continuous |
|---|---|---|
| Fungsi | Kebiasaan, rutinitas, fakta, kebenaran umum | Tindakan sedang berlangsung saat ini atau sekitar waktu sekarang |
| Waktu Penggunaan | Aktivitas yang berulang dalam waktu lama | Aktivitas yang sedang terjadi atau dalam proses |
| Contoh | She plays tennis every week. | She is playing tennis right now. |
| Time Signals | Every day, always, often, usually, sometimes | Now, right now, at the moment, at present, currently |
| Permanence | Mengindikasikan keadaan permanen atau jangka panjang | Mengindikasikan keadaan sementara atau jangka pendek |
Cara Menghindari Kesalahan Present Continuous
Agar penggunaan present continuous tense lebih tepat:
- Selalu pastikan penggunaan to be
- Kenali perbedaan antara kegiatan sementara dan kebiasaan
- Hafalkan stative verbs yang tidak digunakan dalam bentuk continuous
- Latih penulisan dan percakapan secara konsisten
Di EF EFEKTA English for Adults, peserta dibimbing untuk memahami present continuous tense secara praktis. Melalui latihan speaking, writing, dan koreksi langsung dari pengajar berpengalaman, peserta dapat mengenali dan memperbaiki kesalahan grammar dengan lebih cepat dan efektif.
Kesimpulan
Memahami present continuous tense sekaligus mengenali contoh kesalahan present continuous sangat penting untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Dengan pendekatan belajar yang tepat, kesalahan umum dapat dihindari dan komunikasi menjadi lebih lancar.

Ingin belajar grammar bahasa Inggris dengan metode yang praktis dan mudah dipahami? Bergabunglah sekarang dengan EF EFEKTA English for Adults dan tingkatkan kemampuan bahasa Inggrismu melalui kursus bahasa Inggris dewasa yang interaktif dan relevan dengan kebutuhan profesional. Daftar sekarang dan mulailah perjalanan belajarmu bersama EF EFEKTA English for Adults!